Sebagai wujud kepedulian dan resposibilitas terhadap masyarakat, Jumat 29 Mei 2009 Blueline Broadband Internet (PT. Rabik Bangun Pertiwi PMA) menyerahkan bantuan seperangkat komputer lengkap kepada Desa Tumbak Bayuh Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung - Bali guna menunjang operasional layanan masyarakat di kantor desa tersebut. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Tumbak Bayuh beserta jajarannya. Dari Blueline diwakili oleh Bpk. Damianus Meno, Maria Prapaska dan Ngurah Ketut Hariadi. Dalam kata sambutannya, Kepala Desa Tumbak Bayuh menyetakan sangat senang dengan bantuan yang diberikan oleh Blueline dan diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk operasional perangkat desa.
Dalam hal ini juga sekaligus diperkenalkan penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak open source (Linux Ubuntu 9.04) dan legalitas penggunaan software. Hal ini tentu saja merupakan pengalaman dan pengetahuan baru bagi perangkat Desa Tumbak Bayuh dan mungkin akan menjadi desa pertama di daerah Badung (atau mungkin Bali) yang komputer operasionalnya menggunakan software open source. Perwakilan Blueline juga memberikan sedikit training penggunaan Ubuntu 9.04 dan OpenOffice untuk keperluan Desa Tumbak Bayuh. Terlihat mereka hanya membutuhkan sedikit penyesuaian saja. Semoga desa-desa lain di Bali dapat menyusul menggunakan open source, dengan demikian dapat mengurangi tingkat pembajakan software dan dapat mengurangi biaya operasional serta memberikan wawasan baru tentang teknologi terutama sistem open source.
Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Politik. Tampilkan semua postingan
Rabu, 03 Juni 2009
Open Source dari Blueline untuk Desa Tumbak Bayuh
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 11.40 2 comments
Labels: Linux, Open Source, Sosial Politik
Rabu, 15 April 2009
Kampanye Pendidikan Gratis = Kampanye SBY
Akhir-akhir ini, tepatnya beberapa hari menjelang Pemilu 9 April 2009 di stasiun-stasiun TV tayang sebuah iklan dari kementrian pendidikan nasional yang temanya "mulai 2009 sekolah gratis". Saya coba melihat iklan ini dari sisi yang berbeda terutama keterkaitannya dengan pemilu legislatif dan presiden. Apalagi kalau bukan untuk menaikkan citra pemerintah (baca : citra SBY), tujuannya apalagi kalau bukan meraih simpati rakyat sehingga bisa meraup suara yang maksimal dan memuluskan langkah SBY ke RI-1 kembali. Suatu cara yang terlihat rapi dan smart.
Dengan berusaha menggiring opini masyarakat bahwa pemerintah akan lebih memperhatikan mereka salah satunya dengan memberikan pendidikan gratis tampaknya memang cukup efektif untuk menaikkan citra pemerintahan dan SBY. Banyak orang juga akan berpikir seandainya SBY tidak terpilih lagi menjadi presiden apakah sekolah gratis ini akan tetap ada??. Mereka tentu akan memilih suatu/seseorang yang memberikan kepastian. Yang pasti-pasti saja lah... :)
Masyarakat Indonesia tentu saja harus smart dan bijaksana membaca iklan dan situasi seperti itu agar tidak terjebak dalam janji-janji yang belum tentu akan terealisasi.
Program pemerintah yang satu ini lagi-lagi ukurannya adalah uang, tidak ada bedanya dengan BLT dan PNPM Mandiri. Gratis, gratis dan gratis. Secara ekonomi memang sangat membantu, kesempatan juga lebih merata. Tapi apakah program-program semacam ini juga bisa membentuk kemandirian dan karakter bangsa yang kuat dan tangguh???. Jawabannya kembali lagi pada bangsa ini, ingin maju atau semakin tertinggal..
Dengan berusaha menggiring opini masyarakat bahwa pemerintah akan lebih memperhatikan mereka salah satunya dengan memberikan pendidikan gratis tampaknya memang cukup efektif untuk menaikkan citra pemerintahan dan SBY. Banyak orang juga akan berpikir seandainya SBY tidak terpilih lagi menjadi presiden apakah sekolah gratis ini akan tetap ada??. Mereka tentu akan memilih suatu/seseorang yang memberikan kepastian. Yang pasti-pasti saja lah... :)
Masyarakat Indonesia tentu saja harus smart dan bijaksana membaca iklan dan situasi seperti itu agar tidak terjebak dalam janji-janji yang belum tentu akan terealisasi.
Program pemerintah yang satu ini lagi-lagi ukurannya adalah uang, tidak ada bedanya dengan BLT dan PNPM Mandiri. Gratis, gratis dan gratis. Secara ekonomi memang sangat membantu, kesempatan juga lebih merata. Tapi apakah program-program semacam ini juga bisa membentuk kemandirian dan karakter bangsa yang kuat dan tangguh???. Jawabannya kembali lagi pada bangsa ini, ingin maju atau semakin tertinggal..
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 13.36 0 comments
Labels: Sosial Politik
Selasa, 14 April 2009
Reformasi Sistem Kepegawaian Negara
Indonesia.. negara yang besar dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_jumlah_penduduk. Dengan modal sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada, ekonomi Indonesia sepertinya hanya jalan di tempat, padahal banyak sekali pengamat yang mengatakan Indonesia ini sangat kaya akan sumber-sumber alam yang bila diolah dan dimanfaatkan dengan benar akan menghasilkan pendapatan negara yang besar dan cukup untuk memakmurkan rakyat Indonesia. Kira-kira apa ya yang menyebabkan ekonomi Indonesia bisa morat-marit seperti ini... Coba lihat pendapat dan analisa saya deh....
- Pendidikan. Ini hal mendasar yang kurang mendapatkan prioritas di Indonesia baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Saat ini perhatian pemerintah pada pendidikan memang seolah-oleh meningkat dengan dinaikkannya anggaran pendidikan oleh negara. Namun tetap saja dalam kenyataan pelaksanaannya menjadi suatu komoditas politik dan ladang korupsi. Membentuk bangsa yang tangguh tidak hanya soal pendidikan gratis dan membangun sarana pendidikan. Lebih dari itu diperlukan pembangunan MENTAL manusia Indonesia yang sadar akan pentingnya pendidikan untuk masa depan. Kita lihat saja realitas saat ini, anak-anak Indonesia yang begitu malas bersekolah. Di satu sisi ada yang sangat sulit mendapatkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi, tapi di sisi lain mereka yang berkecukupan malah menyia-nyiakan kesempatan itu dengan bermalas-malasan. Sikap dan gaya hidup orang Indonesia memang terlihat sangat tinggi, namun sangat miris bila mengetahui tingkat pendidikan dan kemampuan intelektualitas mereka. Bagaimana bisa ekonomi Indonesia bisa maju jika hanya dipenuhi oleh orang-orang bertipe konsumtif. Pendidikanlah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki mental dan karakter bangsa ini agar lebih baik, produktif dan intelek.
- Persebaran Penduduk. Negara kepulauan tapi persebaran penduduk Indonesia hanya terkonsentrasi di pulau Jawa saja. Tentu sangat berdampak pada laju ekonomi yang sangat timpang antara pulau Jawa dan lainnya. Sentralisasi ini juga membuat tata kehidupan masyarakat amat sangat tidak teratur terutama di pulau Jawa. Dengan penduduk yang sedemikian banyak dan lahan yang semakin sempit bagaimana mereka bisa hidup layak dan nyaman. Solusinya bukanlah memindahkan orang (seperti transmigrasi). Kalo diibaratkan, "ada gula ada semut", lagi-lagi realitasnya seperti itu. Di pulau Jawa berkembang sentra-sentra ekonomi produktif, industri, pendidikan, oleh karena itu banyak orang yang datang kesana membawa harapan, bekerja dan menetap disana (kadang-kadang pulang juga hanya membawa harapan). Jadi sudah seperti gula, semut-semut pasti berobondong-bondong kesana. Mengapa pemerintah tidak berpikir untuk membuat sentra-sentra ekonomi produktif di daerah lain, Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi, pulau-pulau itu jauh lebih besar dari pulau Jawa. Mungkin jika sentra ekonomi mulai berkembang disana semut-semut tidak akan lagi terpaku harus mencari gula ke pulau Jawa. Ekonomi pun jadi lebih merata.
- Politik dan Pemerintahan. Males juga kalau harus membicarakan 2 hal ini. Dari sejak Majapahit runtuh sampe saat ini Indonesia memang tidak lagi punya sejarah politik dan pemerintahan yang membanggakan, tidak satupun berhasil mensejahterakan rakyat. Malah rakyat hanya dijadikan komoditas politik untuk meraih jabatan dan popularitas. Gembar-gembor swasembada beras tapi rakyat Indonesia masih banyak yang tidak mampu membeli beras (mungkin karena itu stok di gudang bulog terlihat melimpah, tidak ada yang mampu beli!!!!). Membodohi rakyat dengan memberikan BLT. Kapan rakyat Indonesia akan punya semangat jika hanya dijejali uang saja. Mental mereka perlu dibangun agar mau bekerja keras dan kreatif. Bangsa ini bisa maju dan bertahan dari serbuan produk asing kalau mau kreatif, semangat, kerja keras dan punya nasionalisme yang tinggi.!!!!
- Sistem Kepegawaian Negara. Kadang hal ini tidak terpikirkan. Tapi kalau dicermati ini ikut andil juga membuat ekomoni jadi morat-marit. Banyak hal yang menurut pemikiran saya harus diubah dalam sistem kepegawaian negara (baca = PNS). Coba bayangkan kinerja mereka, sistem pangkat dan gajinya. Huh.. kalau ada isu atau berita gaji PNS akan naik, harga-harga barang sudah pasti naik gila-gilaan, makanya kenaikan gaji PNS juga kadang-kadang cuma jadi dilema saja. Naik tapi menyiksa perekonomian. Gaji naik tapi kinerja sama saja, satu naik gaji yang lain naik semua (cape dehhh...). Seharusnya sistem kepegawaian negara mulai di reformasi agar para abdi negara ini punya inisiatif, kemampuan dan prestasi serta daya saing yang tinggi untuk mengelola negara dan melayani masyarakat secara lebih profesional. Jabatan dan pangkat jangan hanya dinilai dari lama masa kerja saja, tapi lebih ke prestasi dan capabilitas kerja. Urusan gaji biar ditentukan dari pendidikan, sertifikasi, kompetensi dan prestasi. Jadilah bangsa yang lebih menghargai pendidikan dan kemampuan lebih dari sekedar umur saja.
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 10.36 0 comments
Labels: Sosial Politik
Langganan:
Postingan (Atom)
