Akhir-akhir ini, tepatnya beberapa hari menjelang Pemilu 9 April 2009 di stasiun-stasiun TV tayang sebuah iklan dari kementrian pendidikan nasional yang temanya "mulai 2009 sekolah gratis". Saya coba melihat iklan ini dari sisi yang berbeda terutama keterkaitannya dengan pemilu legislatif dan presiden. Apalagi kalau bukan untuk menaikkan citra pemerintah (baca : citra SBY), tujuannya apalagi kalau bukan meraih simpati rakyat sehingga bisa meraup suara yang maksimal dan memuluskan langkah SBY ke RI-1 kembali. Suatu cara yang terlihat rapi dan smart.
Dengan berusaha menggiring opini masyarakat bahwa pemerintah akan lebih memperhatikan mereka salah satunya dengan memberikan pendidikan gratis tampaknya memang cukup efektif untuk menaikkan citra pemerintahan dan SBY. Banyak orang juga akan berpikir seandainya SBY tidak terpilih lagi menjadi presiden apakah sekolah gratis ini akan tetap ada??. Mereka tentu akan memilih suatu/seseorang yang memberikan kepastian. Yang pasti-pasti saja lah... :)
Masyarakat Indonesia tentu saja harus smart dan bijaksana membaca iklan dan situasi seperti itu agar tidak terjebak dalam janji-janji yang belum tentu akan terealisasi.
Program pemerintah yang satu ini lagi-lagi ukurannya adalah uang, tidak ada bedanya dengan BLT dan PNPM Mandiri. Gratis, gratis dan gratis. Secara ekonomi memang sangat membantu, kesempatan juga lebih merata. Tapi apakah program-program semacam ini juga bisa membentuk kemandirian dan karakter bangsa yang kuat dan tangguh???. Jawabannya kembali lagi pada bangsa ini, ingin maju atau semakin tertinggal..
Dengan berusaha menggiring opini masyarakat bahwa pemerintah akan lebih memperhatikan mereka salah satunya dengan memberikan pendidikan gratis tampaknya memang cukup efektif untuk menaikkan citra pemerintahan dan SBY. Banyak orang juga akan berpikir seandainya SBY tidak terpilih lagi menjadi presiden apakah sekolah gratis ini akan tetap ada??. Mereka tentu akan memilih suatu/seseorang yang memberikan kepastian. Yang pasti-pasti saja lah... :)
Masyarakat Indonesia tentu saja harus smart dan bijaksana membaca iklan dan situasi seperti itu agar tidak terjebak dalam janji-janji yang belum tentu akan terealisasi.
Program pemerintah yang satu ini lagi-lagi ukurannya adalah uang, tidak ada bedanya dengan BLT dan PNPM Mandiri. Gratis, gratis dan gratis. Secara ekonomi memang sangat membantu, kesempatan juga lebih merata. Tapi apakah program-program semacam ini juga bisa membentuk kemandirian dan karakter bangsa yang kuat dan tangguh???. Jawabannya kembali lagi pada bangsa ini, ingin maju atau semakin tertinggal..

0 comments:
Posting Komentar