
Migrasi dari Windows ke Linux memang cukup membuat otak bekerja lebih keras mulai dari mencari aplikasi-aplikasi yang sepadan dengan di Windows sampai dengan driver-driver untuk perangkat yang biasa dioperasikan di Windows. Salah satunya yang rasakan adalah pada waktu mencoba install printer card Evolis Pebble 2 (New Pebble) di sistem operasi Ubuntu 9.04 Jaunty Jankalope. Beberapa cara dicoba (biasa cari-cari di om Google dulu) sampai akhirnya ketemu cara yang paling simple sebagai berikut :
- Download driver Evolis Pebble 2 (New Pebble) untuk Linux disini. Distibusinya dalam bentuk package RPM.
- Karena distribusi paketnya dalam bentuk RPM, supaya lebih mudah convert saja ke bentuk paket DEB dengan menggunakan "alien".
- Untuk install alien di Ubuntu -->
sudo apt-get install alien
- Jika sudah terinstall convert file RPM tersebut ke DEB -->
sudo alien -k nama-file-package.rpm
- Intall driver printer dalam bentuk DEB tadi, tinggal double klik saja di file tersebut. Atau jika menyukai instalasi melalui CLI dapat menggunkan syntax berikut -->
sudo dpkg -i nama-file-driver.deb
- Cek di System > Administration > Printing, icon Pebble Printer pasti sudah muncul disana, tapi belum bisa digunakan.
- Copy file "rastertoevolis" (ada di dalam file distribusi RPM, ekstrak saja sampai menemukan direktori "src") ke /usr/share/cups/filter/
- Restart CUPS -->
service cups restart
- Hidupkan printer, test print dan printer siap digunakan.
Setelah dicoba dioperasikan, printer ini dapat berjalan dengan baik di Ubuntu 9.04 (koneksi via USB port), hanya untuk ukuran kertas perlu di-custom agar sesuai dengan ukuran card yang di-print, tinggal utak-atik saja di OpenOffice.
Rabu, 10 Juni 2009
Evolis Pebble 2 Card Printer di Ubuntu 9.04
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 21.11 0 comments
Labels: Linux, Open Source
Rabu, 03 Juni 2009
Open Source dari Blueline untuk Desa Tumbak Bayuh
Sebagai wujud kepedulian dan resposibilitas terhadap masyarakat, Jumat 29 Mei 2009 Blueline Broadband Internet (PT. Rabik Bangun Pertiwi PMA) menyerahkan bantuan seperangkat komputer lengkap kepada Desa Tumbak Bayuh Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung - Bali guna menunjang operasional layanan masyarakat di kantor desa tersebut. Bantuan tersebut diterima langsung oleh Kepala Desa Tumbak Bayuh beserta jajarannya. Dari Blueline diwakili oleh Bpk. Damianus Meno, Maria Prapaska dan Ngurah Ketut Hariadi. Dalam kata sambutannya, Kepala Desa Tumbak Bayuh menyetakan sangat senang dengan bantuan yang diberikan oleh Blueline dan diharapkan dapat digunakan sebaik-baiknya untuk operasional perangkat desa.
Dalam hal ini juga sekaligus diperkenalkan penggunaan sistem operasi dan perangkat lunak open source (Linux Ubuntu 9.04) dan legalitas penggunaan software. Hal ini tentu saja merupakan pengalaman dan pengetahuan baru bagi perangkat Desa Tumbak Bayuh dan mungkin akan menjadi desa pertama di daerah Badung (atau mungkin Bali) yang komputer operasionalnya menggunakan software open source. Perwakilan Blueline juga memberikan sedikit training penggunaan Ubuntu 9.04 dan OpenOffice untuk keperluan Desa Tumbak Bayuh. Terlihat mereka hanya membutuhkan sedikit penyesuaian saja. Semoga desa-desa lain di Bali dapat menyusul menggunakan open source, dengan demikian dapat mengurangi tingkat pembajakan software dan dapat mengurangi biaya operasional serta memberikan wawasan baru tentang teknologi terutama sistem open source.
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 11.40 2 comments
Labels: Linux, Open Source, Sosial Politik
Sabtu, 23 Mei 2009
Solusi Hemat untuk Komputer Kantor (Fully Freeware)
Harga software yang melambung tinggi dan isu-isu pembajakan membuat beberapa perusahaan harus berpikir kembali untuk menerapkan sistem teknologi informasi. Pilihannya paling tidak adalah membeli lisensi yang harganya selangit (dan belum tentu balik modal) atau beralih ke open source. Linux mungkin masih menjadi second opinion (kecuali di perusahaan saya, linux is the only priority). Pilihan lain yang ada saat ini adalah memanfaatkan Windows 7 RC, lumayan untuk setahun kedepan bisa digunakan secara free. Untuk office dan software lainnya bisa menggunakan beberapa software yang bersifat freeware. Yang penting adalah software-software tersebut dapat memenuhi kebutuhan karyawan, tepat guna dan stabil. Berikut contoh solusi PaHe (paket hemat) software untuk komputer kantor :
- Operating System : Windows 7 RC
- Office : OpenOffice 3.1
- SIP Client : CounterPath X-Lite
- Browser : Mozilla Thunderbird dan Internet Explorer 8
- Email Client : Mozilla Thunderbird atau Zimbra Desktop
- Chat : Yahoo Messenger 9
- File Compress : 7-Zip
- Music/Video : Winamp dan Windows Media Player
- PDF Reader/Writer: Adobe Reader 9 dan CutePDF Writer
- Antivirus : AVG/Avira
Cukup aman untuk komputer-komputer kantor. Nggak mesti invest lagi untuk beli software original paling tidak untuk setahun kedepan. Hemat kan :) Produktif tidak harus mahal... Semangat!!!!!
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 13.31 0 comments
Labels: Microsoft, Open Source
Jumat, 22 Mei 2009
CounterPath X-Lite Solusi Freeware VoIP SIP Client
Tanya-tanya lagi sama paman Google ternyata diarahkan ke CounterPath X-Lite. Tampilannya sama persis dengan EyeBeam fitur juga mirip. Namun ada beberapa fitur EyeBeam yang tidak disertakan di X-Lite tapi untuk operasional kantor sudah sangat cukup. Selengkapnya untuk referensi perbandingan EyeBeam dengan X-Lite ada disini. Software ini juga dirilis secara freeware untuk Windows, Linux dan Mac. Instalasinya sangat mudah, saya mencoba di Windows XP, Vista dan Windows 7, X-Lite dapat berjalan sempurna untuk pindah extension pun sangat mudah, bisa video call juga lho.... Tinggal konfigurasi saja parameter-parameter SIP yang ada seperti name, user, password, server dan proxy. Kebetulan juga di kantor saya menggunakan TrixBox SIP Server, open source juga donk. So apalagi, ternyata dengan open source dan freeware/GPL bisnis tetap bisa berjalan, asalkan mau untuk mencoba dan belajar. Ada pengalaman atau referensi lain, silahkan share disini yaw...
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 19.46 0 comments
Labels: Microsoft, Networking, Open Source
Minggu, 17 Mei 2009
Konfigurasi BIND DNS Server mudah melalui Webmin
nen BIND DNS akan secara otomatis terinstall dan siap digunakan, tinggal di-configure saja. Setup juga IP address untuk koneksi ke internet. Setelah instalasi komplit cek apakah service BIND sudah berjalan dengan perintah :#/etc/init.d/bind9 status
untuk lebih meyakinkan coba restart bind9
#/etc/init.d/bind9 restart
Jika tidak ada pesan error/failed berarti Bind sudah running well.
Selanjutnya install Webmin, sebelumnya pastikan Perl 5 sudah terinstall.
Download package distibusi Webmin 1.470 :
#wget http://prdownloads.sourceforge.net/webadmin/webmin-1.470.tar.gz
extract file tersebut :
#tar -xvzf webmin-1.470.tar.gz
masuk ke direktori hasil extract :
#cd webmin-1.470
kemudian lakukan proses instalasi :
#sh setup.sh
Ikuti step-step instalasinya sampai selesai. Jika sudah komplit, coba cek dengan masuk ke webmin melalui browser
http(s)://
Pada link Server akan muncul komponen-komponen server yang tadi terinstall termasuk salah satunya adalah BIND DNS Server. Nah dari sanalah kita bisa melakukan manajemen DNS tanpa harus melalui command line interface. Misal untuk menambah zone atau host cukup isi saja kolom-kolom yang sudah disediakan, maka secara otomatis akan ditambahkan di file-file konfigurasi DNS. Selamat mencoba ya..
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 16.46 0 comments
Labels: Linux, Networking, Open Source
Selasa, 12 Mei 2009
Upgrade Ubuntu 8.10 ke 9.04 Jaunty Jankalope
Untuk proses instalasinya sangatlah mudah. Bagi pengguna Ubuntu 8.10 dapat langsung melakukan upgrade dengan tools Update Manager yang sudah tersedia. Saat membuka tools tersebut, rekomendasi untuk upgrade ke versi 9.04 sudah pasti nangkring, tinggal klik saja dan proses update akan berjalan. Pastikan sebelumnya komputer sudah terkoneksi ke internet. Cukup lama waktu yang dibutuhkan untuk proses upgrade terutama ketika proses download package. Saya melakukan upgrade dengan koneksi dedicated 1 Mbps membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 jam (butuh kesabaran). Pada saat akhir cuma dibutuhkan untuk restart komputer saja, Ubuntu 9.04 sudah siap mendukung kinerja kita.
Untuk yang akan melakukan fresh install juga sangat mudah. Tinggal siapkan saja CD Ubuntu 9.04 kemudian booting dan install seperti biasa. Jangan lupa perhatikan spesifikasi hardware yang dibutuhkan terutama memory, minimal 512 MB udah aman untuk jalanin Ubuntu 9.04.
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 13.42 1 comments
Labels: Linux, Open Source
Selasa, 05 Mei 2009
Sinkronisasi Email dengan Zimbra Desktop
Posted by Ngurah Ketut Hariadi at 21.57 0 comments
Labels: Open Source

