Selasa, 14 April 2009

Reformasi Sistem Kepegawaian Negara

Indonesia.. negara yang besar dengan jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_negara_menurut_jumlah_penduduk. Dengan modal sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada, ekonomi Indonesia sepertinya hanya jalan di tempat, padahal banyak sekali pengamat yang mengatakan Indonesia ini sangat kaya akan sumber-sumber alam yang bila diolah dan dimanfaatkan dengan benar akan menghasilkan pendapatan negara yang besar dan cukup untuk memakmurkan rakyat Indonesia. Kira-kira apa ya yang menyebabkan ekonomi Indonesia bisa morat-marit seperti ini... Coba lihat pendapat dan analisa saya deh....
  1. Pendidikan. Ini hal mendasar yang kurang mendapatkan prioritas di Indonesia baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Saat ini perhatian pemerintah pada pendidikan memang seolah-oleh meningkat dengan dinaikkannya anggaran pendidikan oleh negara. Namun tetap saja dalam kenyataan pelaksanaannya menjadi suatu komoditas politik dan ladang korupsi. Membentuk bangsa yang tangguh tidak hanya soal pendidikan gratis dan membangun sarana pendidikan. Lebih dari itu diperlukan pembangunan MENTAL manusia Indonesia yang sadar akan pentingnya pendidikan untuk masa depan. Kita lihat saja realitas saat ini, anak-anak Indonesia yang begitu malas bersekolah. Di satu sisi ada yang sangat sulit mendapatkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi, tapi di sisi lain mereka yang berkecukupan malah menyia-nyiakan kesempatan itu dengan bermalas-malasan. Sikap dan gaya hidup orang Indonesia memang terlihat sangat tinggi, namun sangat miris bila mengetahui tingkat pendidikan dan kemampuan intelektualitas mereka. Bagaimana bisa ekonomi Indonesia bisa maju jika hanya dipenuhi oleh orang-orang bertipe konsumtif. Pendidikanlah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki mental dan karakter bangsa ini agar lebih baik, produktif dan intelek.
  2. Persebaran Penduduk. Negara kepulauan tapi persebaran penduduk Indonesia hanya terkonsentrasi di pulau Jawa saja. Tentu sangat berdampak pada laju ekonomi yang sangat timpang antara pulau Jawa dan lainnya. Sentralisasi ini juga membuat tata kehidupan masyarakat amat sangat tidak teratur terutama di pulau Jawa. Dengan penduduk yang sedemikian banyak dan lahan yang semakin sempit bagaimana mereka bisa hidup layak dan nyaman. Solusinya bukanlah memindahkan orang (seperti transmigrasi). Kalo diibaratkan, "ada gula ada semut", lagi-lagi realitasnya seperti itu. Di pulau Jawa berkembang sentra-sentra ekonomi produktif, industri, pendidikan, oleh karena itu banyak orang yang datang kesana membawa harapan, bekerja dan menetap disana (kadang-kadang pulang juga hanya membawa harapan). Jadi sudah seperti gula, semut-semut pasti berobondong-bondong kesana. Mengapa pemerintah tidak berpikir untuk membuat sentra-sentra ekonomi produktif di daerah lain, Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi, pulau-pulau itu jauh lebih besar dari pulau Jawa. Mungkin jika sentra ekonomi mulai berkembang disana semut-semut tidak akan lagi terpaku harus mencari gula ke pulau Jawa. Ekonomi pun jadi lebih merata.
  3. Politik dan Pemerintahan. Males juga kalau harus membicarakan 2 hal ini. Dari sejak Majapahit runtuh sampe saat ini Indonesia memang tidak lagi punya sejarah politik dan pemerintahan yang membanggakan, tidak satupun berhasil mensejahterakan rakyat. Malah rakyat hanya dijadikan komoditas politik untuk meraih jabatan dan popularitas. Gembar-gembor swasembada beras tapi rakyat Indonesia masih banyak yang tidak mampu membeli beras (mungkin karena itu stok di gudang bulog terlihat melimpah, tidak ada yang mampu beli!!!!). Membodohi rakyat dengan memberikan BLT. Kapan rakyat Indonesia akan punya semangat jika hanya dijejali uang saja. Mental mereka perlu dibangun agar mau bekerja keras dan kreatif. Bangsa ini bisa maju dan bertahan dari serbuan produk asing kalau mau kreatif, semangat, kerja keras dan punya nasionalisme yang tinggi.!!!!
  4. Sistem Kepegawaian Negara. Kadang hal ini tidak terpikirkan. Tapi kalau dicermati ini ikut andil juga membuat ekomoni jadi morat-marit. Banyak hal yang menurut pemikiran saya harus diubah dalam sistem kepegawaian negara (baca = PNS). Coba bayangkan kinerja mereka, sistem pangkat dan gajinya. Huh.. kalau ada isu atau berita gaji PNS akan naik, harga-harga barang sudah pasti naik gila-gilaan, makanya kenaikan gaji PNS juga kadang-kadang cuma jadi dilema saja. Naik tapi menyiksa perekonomian. Gaji naik tapi kinerja sama saja, satu naik gaji yang lain naik semua (cape dehhh...). Seharusnya sistem kepegawaian negara mulai di reformasi agar para abdi negara ini punya inisiatif, kemampuan dan prestasi serta daya saing yang tinggi untuk mengelola negara dan melayani masyarakat secara lebih profesional. Jabatan dan pangkat jangan hanya dinilai dari lama masa kerja saja, tapi lebih ke prestasi dan capabilitas kerja. Urusan gaji biar ditentukan dari pendidikan, sertifikasi, kompetensi dan prestasi. Jadilah bangsa yang lebih menghargai pendidikan dan kemampuan lebih dari sekedar umur saja.
Yah, semoga kedepan Indonesia-ku ini bisa membenahi diri biar jadi Macan Asia lagi. Sebenarnya kita mampu tapi mungkin rakyat Indonesia belum sadar dan belum mau untuk jadi macan asia.. GO INDONESIA!!!!!!

0 comments: